Sabtu, 14 Maret 2009

The Red's "pecundangi" United

The Reds "Pecundangi" MU Di Old Trafford


  • Manchester United 1-4 Liverpool

  • Nemanja Vidic menjadi bencana bagi Manchester United, dengan dua kesalahan yang berakibat fatal.





EPL: Fernando Torres, Manchester United - Liverpool (PA)


Liverpool mengakhiri rekor kemenangan Manchester United (MU) di 16 laga dengan mengempaskannya 4-1 di Old Trafford. Rafa Benitez mencetak kemenangan ke-100-nya.

Cristiano Ronaldo membuka skor untuk MU menit ke-22. Fernando Torres (foto) menyamakan kedudukan menit ke-28, memanfaatkan kesalahan Nemanja Vidic. Tiga menit sebelum laga berakhir, Steven Gerrard membalikkan keadaan menjadi 2-1 usai mengeksekusi hadiah penalti.

Di babak kedua, Vidic kembali melakukan kesalahan dengan menjatuhkan Gerrard. Wasit memberi hadiah tembakan bebas, dan Fabio Aurelio memanfaatkannya untuk mencetak gol ketiga Liverpool menit ke-76.

Memasuki injury time, Andrea Dossena melakukan hal serupa seperti yang dibuatnya dalam laga melawan Real Madrid, dengan mencetak gol keempat The Reds. Fans MU tenggelam dalam duka.

Kemenangan ini membuat selisih angka Liverpool dengan MU hanya empat. Namun MU masih memiliki satu laga sisa.

Laga berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit pertama. Kedua tim saling berupaya menguasai lapangan tengah, agar bisa menekan lawannya. Namun kedua tim gagal memperoleh peluang selama 20 menit pertama.

Menit ke-22, penjaga gawang Pepe Reina melakukan kesalahan. Ia keluar sarangnya dan menjatuhkan Park Ji-sung. Wasit mengganjarnya dengan penalti, dan Ronaldo mengeksekusi dengan baik.

Unggul satu gol membuat MU mulai tampak berbahaya, dengan memainkan possesion football. Sedangkan Liverpool terlihat rapuh di lini belakang dan tengah.

Memasuki menit ke-27, giliran Nemanja Vidic melakukan kesalahan. Ia gagal menghalau umpan lambung Marin Skrtel ke arah Fernando Torres. Bola jatuh tempat di kaki Torres, dan Edwin van der Sar tidak memiliki waktu berreaksi. Torres menyamakan kedudukan.

Vidic berupaya memperbaiki kesalahannya dengan terus menjaga pergerakan Torres di kotak penalti. Ronaldo banyak mendapat bola, tapi beberapa kali membuang kesempatan.

Tiga menit sebelum laga berakhir, giliran Liverpool mendapat penalti. Kali ini Patrice Evra yang melakukan kesalahan, dengan melanggar kapten Steven Gerrard. Wasit Alan Wiley menunjuk titik putih, dan Gerrard menjadi algojo.

Edwin van der Sar mampu menebak arah tembakan Gerrard, tapi gagal membloknya karena terlalu keras.

Di babak kedua, Alex Ferguson tidak melakukan perubahan. Ia hanya menginstruksikan pemainnya untuk terus menyerang, dan menekan Liverpool dari berbagai sisi lapangan.

Sejak menit pertama, lini belakang MU kerap dibuat repot oleh aksi Torres. Sedangkan di lini tengah, Anderson dan Michael Carrick berupaya menghentikan aliran serangan Liverpool dengan berupaya menyulitkan Gerrard.

Menit ke-57 Reina melakukan penyelamatan gemilang. Ia menggagalkan umpan silang berbahaya yang diarahkan ke Tevez dengan menjatuhkan diri.

Memasuki menit ke-60, Liverpool berada dalam tekanan hebat, yang membuat Javier Mascherano dan Skrtel terpaksa melakukan pelanggaran keras yang membuatnya diganjar kartu kuning.

Rafa Benitez mulai gundah dengan kinerja lini belakangnya. Menit ke-68 ia menarik keluar Albert Reira dan memasukkan Andrea Dossena. Benitez berharap The Reds kembali ke keseimbangan seperti di babak pertama.

MU memperoleh peluang menyamakan kedudukan menit ke-70, ketika umpan Carrick diterima Tevez dengan baik. Wasit melihat Tevez telah berdiri offside, tapi tidak ada bendera dari hakim garis.

Menit ke-72, Fergie mengeluarkan amunisi pamungkasnya. Ia menarik keluar Anderson, Park dan Carrick, dan memasukkan Ryan Giggs, Paul Scholes, dan Dimitar Berbatov.

Vidic kembali melakukan kesalahan. Kali ini dia menjatuhkan Gerrard di kotak penalti, setelah gagal mengontrol bola dan menghalaunya. Pemain belakang asal Serbia itu diganjar kartu merah, dan Liverpool memperoleh kesempatan mengubah skor lewat tembakan bebas.

Fabio Aurelio menjadi eksekutor. Ia mengarahkan bole ke sudut gawang, yang sulit diblok Van der Sar. Kedudukan berubah menjadi 3-1 untuk Liverpool.

Kehilangan satu pemain di lini belakang membuat MU terlihat timpang. Empat menit sebelum laga berakhir Gerrard mendapat kesempatan memanfaatkan ketimpangan itu, tapi sang kapten gagal memanfaatkn umpan tumit Ryan Babel.


Manchester United: Edwin van der Sar, Nemanja Vidic, Rio Ferdinand, Patrice Evra, John O'Shea, Anderson/Ryan Giggs, Michael Carrick/Dimitar Berbatov, Ji-Sung Park/Paul Scholes, Cristiano Ronaldo, Carlos Tevez, Wayne Rooney.

Liverpool: Pepe Reina, Martin Skrtel, Sami Hyypia, Fabio Aurelio, Jamie Carragher, Javier Mascherano, Lucas, Fernando Torres/Ryan Babbel, Steven Gerrard, Alberto Riera/Andrea Dossena, Dirk Kuyt

Jumat, 13 Maret 2009

EPL MatchDay 29

EPL:
(14/03)
Man Utd. 1-4 Liverpool
Arsenal 4-0 Blackburn
Bolton 1-3 Fulham
Hull 1-1 Newcastle
Middlesbrough 1-1 Portsmouth
Sunderland 1-2 Wigan Athletic
Everton 3-1 Stoke

(15/03)
Chelsea 1-0 Manchester City
Aston Villa 1-2 Tottenham

(16/03)
West Ham 0-0 West Bromwich

The Red's Devil vs The Red's

The Red's Devil vs The Red's



FOKUS: Sepuluh Laga Terpanas MU-Liverpool



Manchester United


VS


Liverpool





Perseteruan abadi antara Manchester United dan Liverpool akan berulang lagi pada akhir pekan ini.



Pertandingan antara Manchester United dan Liverpool di Old Trafford 14 Maret mendatang bukan hanya menjadi pertandingan rutin antara dua klub paling sukses di Inggris Raya tersebut.

Kali ini, rekor pemegang gelar juara liga domestik Inggris menjadi taruhannya.

United yang kini memimpin dengan unggul tujuh angka dengan satu pertandingan lebih sedikit dari The Reds berpeluang untuk menutup kemungkinan Liverpool menjadi juara musim ini.

Bila hal itu terjadi dan Setan Merah terus melaju menjadi juara, maka jumlah gelar liga domestik Inggris mereka akan berada di angka yang sama seperti Liverpool, 18.

Hal ini tentunya tidak diinginkan oleh para suporter Liverpool di seluruh dunia karena mereka juga menginginkan gelar juara liga Inggris untuk kembali ke Anfield sejak terakhir direbut 19 tahun yang lalu.

Bila melihat rekor pertandingan antara keduanya hingga saat ini dari total 176 pertandingan, Setan Merah berhasil menang sebanyak 68 kali dibandingkan 58 kemenangan bagi Liverpool. 50 pertandingan lainnya berakhir dengan hasil seri.

Untuk jumlah gol yang dicetak, 244 gol disarangkan oleh pemain United, sedangkan 223 gol berhasil dicetak oleh pemain Liverpool.

Sambil menunggu datangnya 14 Maret, mari mengenang kembali sepuluh laga terpanas antara dua klub merah ini.

21 Mei 1977, Final Piala FA
Manchester United 2, Liverpool 1
Wembley
Musim 1976/77 bisa menjadi sejarah bagi Liverpool dengan meraih Treble (juara di liga domestik, Piala FA, dan Piala Eropa). Gelar liga telah mereka raih, dan untuk final Piala FA Manchester United menjadi batu sandungan mereka. Dalam waktu lima menit di awal babak kedua, terjadi tiga buah gol. Setan Merah mencetak gol pertama lewat Stuart Pearson yang kemudian disamakan oleh Jimmy Case dua menit kemudian. Namun tiga menit setelah The Reds menyamakan kedudukan, tendangan Lou Macari terkena dada rekannya Jimmy Greenhoff dan melambung melewati kiper Ray Clemence yang mengubah skor menjadi 2-1 bagi United hingga pertandingan berakhir. Ini berarti membuat Liverpool gagal melengkapi Treble karena lima hari kemudian, mereka berhasil merebut Piala Eropa dengan mengalahkan Borussia Monchengladbach 3-1.

1 Oktober 1995, Liga Primer
Manchester United 2, Liverpool 2
Old Trafford
Pertandingan ini lebih dikenang sebagai pertandingan pertama bagi kembalinya Eric Cantona setelah terkena hukuman akibat tendangan kungfu-nya. Dalam waktu 2 menit, ia telah memberi assist bagi Nicky Butt sebelum Robbie Fowler kemudian mencetak dua gol ke gawang Peter Schmeichel. Cantona kemudian menyamakan kedudukan di menit ke-71 lewat tendangan penalti setelah Ryan Giggs dijegal di kotak terlarang. Sang Raja telah kembali!

11 Mei 1996, Final Piala FA
Manchester United 1, Liverpool 0
Wembley
Tiga hari sebelum final ini berlangsung, United telah menjadi juara Liga Primer Inggris untuk ketiga kalinya dalam waktu empat tahun. Walau laga ini berlangsung antara dua musuh bebuyutan, pertandingan baru menjadi hidup saat lima menit menjelang pertandingan berakhir. Kiper The Reds David James hanya bisa meninju bola dari tendangan sudut yang jatuh tepat di kaki Cantona. Ia kemudian langsung menendang bola yang tidak menyentuh seorang pemain pun yang ramai di kotak penalti dan menembus gawang Liverpool. Setan Merah pun sukses meraih gelar ganda.

24 Januari 1999, Babak Keempat Piala FA
Manchester United 2, Liverpool 1
Old Trafford
United tidak akan bisa mencetak sejarah dalam meraih Treble bila Ole Gunnar Solskjaer tidak menjadi penyelamat dalam pertandingan ini. The Reds telah unggul lewat golnya Michael Owen sejak menit ketiga, dan United baru dapat menyamakan kedudukan lewat Dwight Yorke di menit ke-86. Dan dua menit setelah menit ke-90, Solskjaer kemudian mencetak gol yang menembus gawang David James untuk membuat Setan Merah terus melaju di Piala FA musim itu.

5 Mei 1999, Liga Primer
Manchester United 2, Liverpool 2
Anfield
Mantan pemain Manchester United Paul Ince mencetak gol yang dapat mengagalkan tim lamanya menjadi juara. Ince yang menjadi sasaran kemarahan suporter United karena bergabung dengan Liverpool menjadi alasan utama mengapa United tidak bisa meraih kemenangan pada pertandingan ini. Gol yang dicetaknya di menit ke-89 membuat skor akhir menjadi seri 2-2.

11 September 1999, Liga Primer
Manchester United 3, Liverpool 2
Anfield
Betapapun cemerlangnya karir sepakbola Jamie Carragher, pertandingan ini akan selalu menjadi catatan kaki bagi dirinya. Dalam laga panas ini, Carragher mencetak 2 gol bunuh diri bagi timnya yang membuat mereka kehilangan tiga angka setelah Andy Cole berhasil mencetak gol ketiga. Dua gol lain bagi Liverpool ke gawang Massimo Taibi dicetak oleh Sami Hyypia dan Patrik Berger.

17 Desember 2000, Liga Primer
Liverpool 1, Manchester United 0
Old Trafford
Gerard Houllier yang menjadi manajer Liverpool pada saat itu berjanji kalau suatu hari nanti mereka akan mengalahkan United. Sebelum pertandingan ini berlangsung, The Reds gagal menang dari Setan Merah dalam sepuluh pertandingan terakhir mereka. Dua menit menjelang babak pertama berakhir, tendangan bebas yang melengkung dari Danny Murphy gagal diselamatkan Fabien Barthez. Saat skor tidak berubah hingga usai pertandingan, janji Houllier pun telah ditepati.

12 Agustus 2001, Charity Shield
Liverpool 2, Manchester United 1
Millennium Stadium
Pertandingan pembuka awal musim ini menjadi debut bagi Ruud van Nistelrooy di Manchester United dan juga John Arne Riise bagi Liverpool. Walaupun, van Nistelrooy mampu mencetak gol di pertandingan pertamanya itu. Kubu Merseyside keluar sebagai pemenang lewat tendangan penalti Gary McAllister di menit kedua dan gol Michael Owen di menit ke-15.

4 November 2001, Liga Primer
Liverpool 3, Manchester United 1
Anfield
Kemenangan awal musim di Charity Shield menjadi motivasi tambahan bagi Liverpool untuk menghantam Setan Merah. Hari itu, Michael Owen memberikan salah satu penampilan terbaiknya dalam seragam The Reds dengan mencetak dua gol dan menjadi mimpi buruk bagi duet Wes Brown dan Mikael Silvestre. Gol lain Liverpool dicetak lewat tendangan bebas John Arne Riise yang seperti roket. David Beckham kemudian memperkecil kedudukan menjadi 3-1.

18 February 2006, Babak Kelima Piala FA
Liverpool 1, Manchester United 0
Anfield
Pertandingan yang berlangsung di Anfield ini berakhir tidak mengenakkan bagi suporter Setan Merah dan juga Alan Smith. Mengingat Liverpool berhasil memecahkan rekor 85 tahun gagal mengalahkan United di pertandingan Piala FA dan Smith harus dipandu keluar lapangan karena patah kakinya akibat menahan tendangan bebas John Arne Riise. Gol tunggal The Reds dicetak oleh Peter Crouch dan pada musim ini mereka berhasil menjadi juara Piala FA setelah mengalahkan West Ham United di final.

Kamis, 12 Maret 2009

Hasil & Jadwal Liga Champions:

Hasil Liga Champions Eropa:



-Barcelona*(Henry'24&'26, L. Messi'39, S. Eto'o'42, Keita'94) 5-2 Lyon(Makoun'44, Juninho'47)

-Manchester United*(N. Vidic'4, D.S. Aveiro'49) 2-0 Inter Milan

-AS Roma(Silveira'9) 1-0 Arsenal**

-Porto*
0-0 Atletico Madrid

-Panathinaikos(Matnzhios'55) 1-2 Villareal*(A. Ibazaga'49, Llorente'70)

-Liverpool*(F. Torres'15, S. Gerard'28&'47,Dossena'87) 4-0 Real Madrid

-Bayern Munchen*(L. Podolski''8&'34, A. Polga'39, B. Schweinsteinger'43, Van Bomel'74, M. Klose'82, T. Muller'90) 7-1 Sporting Lisbon(J. Mouthino'42)

-Juventus(V. Iaquinta'19, Del Piero'73) 2-2 Chelsea*(M. Essien'46, D. Drogba'82)

*Lolos ke babak selanjutnya
**Lolos ke babak selanjutnya dengan menang goal away






Top score sementara Liga Champions 08/09:

  • 7: S. Gerrard(Liverpool), M. Klose(Bayern Munchen)
  • 6: L. Messi(Barcelona), Lisandro(Porto)
  • 5: Del Piero(Juventus), Benzema(Lyon)
  • 4: Jadson(Shaktar), A. Gilardinho(Fiorentina)

Selasa, 10 Maret 2009

Liverpool vs Real Madrid

BIG MATCH







LIVERPOOL
VS REAL MADRID

Casillas Tak Ingin Hadapi Gerrard


Casillas Tak Ingin Hadapi Gerrard


Penjaga gawang Real Madrid, Iker Casillas, tak ragu saat menyebutkan ancaman utama timnya pada pertandingan Liga Champions malam ini.


Real Madrid berupaya mengatasi ketertinggalan 1-0 dari Liverpool pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions di Anfield, Selasa (10/3) malam ini.

Iker Casillas (foto) mengingatkan agar rekan-rekannya tampil mati-matian untuk menang, meski sadar upaya itu takkan mudah.

"Kami akan berjuang untuk menang sejak menit pertama. Kami sudah meraih kembali dominasi di Spanyol [dalam dua musim terakhir] dan kami ingin memulihkan hegemoni di Eropa," ujarnya kepada wartawan.

"Aku selalu mendengar Anfield tempat yang istimewa. Aku sangat menunggu untuk bermain di sana. Itu memotivasiku dan aku harap kami mampu memetik kemenangan."

"Kemenangan berapapun akan membawa kami ke babak berikutnya Liga Champions, kecuali 1-0, karena kami harus melalui babak perpanjangan waktu."

Casillas ditanyakan pemain lawan mana yang ingin dihindarinya.

"Jika bisa, aku ingin melihat Steven Gerrard absen. Tapi, dia tidak bermain di Santiago Bernabeu dan Liverpool masih mampu tampil baik," ungkapnya.

"Jika memungkinan, aku juga tak ingin melihat Xabi Alonso dan [Javier] Mascherano bermain. Tapi nyatanya, Liverpool adalah tim dengan kekuatan kolektif."

"Kami butuh sedikit keberuntungan. Untuk memenangi pertandingan seperti ini, terutama di babak gugur Liga Champions, Anda harus berupaya sekuat tenaga, tapi sedikit keberuntungan juga diperlukan."

Benitez Masih Harapkan Dua Piala


Benitez Masih Harapkan Dua Piala



Pelatih Liverpool itu mengutus timnya ke medan perang pekan ini dengan menegaskan harapannya pada koleksi gelar musim ini.


Untuk Rafael Benitez, beberapa hari mendatang akan menentukan bagaimana nasib Liverpool pada akhir musim, apalagi dengan mahkota Liga Primer Inggris yang semakin menjauh.

Meskipun pekan lalu bos the Reds itu dalam depresi berat akibat kekalahan mengejutkan atas Middlesbrough, kini pandangan Benitez telah kembali seperti semula dan ia berharap menang dalam dua partai penting pekan ini.

"Ini pekan yang besar bagi Liverpool musim ini. Kami menargetkan lolos di Liga Champions. Ini penting bagi fans, klub, dan juga keuangan untuk lolos ke perempat-final," kata Benitez.

Lalu, "Kami akan bermain di Manchester United. Jika kami menang, maka kami dapat berbicara tentang gelar, jika tidak, itu akan hampir mustahil untuk jadi juara," aku mantan manajer Valencia itu.

"Kami dapat maju di Eropa. Kenapa tidak? Kami tahu kami cukup berkualitas dan berpengalaman di kompetisi ini. Liga Primer bergantung pada pertandingan berikut. Manchester United adalah tim yang bagus dengan pemain bagus, tapi jika kami menang, kami akan punya cukup banyak pertandingan untuk mengejar mereka," yakin Benitez.

Benitez juga dipusingkan dengan cedera sejumlah pemain kunci. Fernando Torres masih diragukan tampil sejak awal, meski sudah berlatih selama dua hari, sementara kondisi Alvaro Alberoa memegang kunci dari susunan tim Benitez.

Jika Alberoa absen, Javier Mascherano kemungkinan akan kembali ke bermain sebagai bek sayap, dan gelandang muda Brasil Lucas akan menggantikannya karena Yossi Benayoun hampir pasti absen karena cedera hamstring.

"Arbeloa dan Torres butuh waktu lebih banyak dan kami akan membuat keputusan di saat akhir. Sebagian besar dari susunan tim akan tergantung apakah Arbeloa fit. Jika itu yang terjadi, itu membuat keputusan saya tentang susunan tim di posisi lain akan lebih jelas," ungkapnya.

Selain itu, Benitez juga meminta dukungan fans. Ia menyerukan, "Fans dapat menjadi bantuan yang hebat sekali lagi. Kegaduhan yang mereka buat di partai besar Eropa sangat penting, mereka adalah pemain ke-12 kami."

Raul Ancam Liverpool


Raul Ancam Liverpool


Meski tertinggal 1-0, legenda Real Madrid dan Spanyol itu masih memiliki keyakinan kuat untuk lolos.


Raul tetap percaya Real Madrid dapat membalikkan kekalahan 1-0 di Santiago Bernabeu dua pekan lalu dan menyingkirkan Liverpool dari Liga Champions.

Namun, Raul, pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Real dan Liga Champions, menegaskan ia dan rekan-rekannya memiliki kemampuan untuk menang di the Kop.

The Reds memang terkenal sangat kuat ketika bermain di kandang dalam partai Eropa, tapi kapten Madrid itu merasa manajer Juande Ramos akan mampu menurunkan tim dan strategi yang tepat untuk menang.

"Kami punya ide yang jelas tentang apa yang kami harus lakukan, yakni mencetak dua gol," kata Raul kepada the Times.

Raul mengakui, "Di hari itu kami tergoncang kuat dengan kekalahan itu, tapi kami tahu kami akan punya kesempatan dan kami tak akan menyerah."

"Kami mampu mengalahkan Liverpool di Anfield. Sejak kedatangan Juande Ramos, kami lebih disiplin. Pada awal musim kami punya banyak masalah, kami mencetak banyak gol, tapi kami juga banyak kebobolan dan itu membuang poin kami. Kini kami berada dalam kondisi yang baik, terutama secara fisik dan mental," yakinnya.

Minggu, 08 Maret 2009

Serie A

Serie A
Team Play Wins Draws Lose
1. Inter Milan 27 19 6 2 49 21 28 63
2. Juventus 27 17 5 5 43 21 22 56
3. AC Milan 27 15 6 6 46 27 19 51
4. Fiorentina 27 14 4 9 38 27 11 46
5. Genoa 27 12 9 6 36 27 9 45
6. AS Roma 27 13 6 8 41 35 6 45
7. Lazio 27 12 5 10 39 37 2 41
8. Cagliari 27 11 6 10 33 28 5 39
9. Palermo 27 12 3 12 34 35 -1 39
10. Atalanta 27 11 3 13 31 31 0 36
11. Napoli 27 10 5 12 32 32 0 35
12. Udinese 27 9 8 10 37 38 -1 35
13. Catania 27 9 6 12 28 33 -5 33
14. Sampdoria 27 8 8 11 26 33 -7 32
15. Siena 27 8 7 12 22 26 -4 31
16. Bologna 27 6 8 13 30 42 -12 26
17. Torino 27 5 9 13 25 40 -15 24
18. Chievo Verona 27 5 9 13 21 36 -15 24
19. Lecce 27 4 11 12 22 41 -19 23
20. Reggina 27 3 10 14 21 44 -23 19

EPL

EPL
01. MAN. UNITED 27 20 5 2 (48-12) 65
02. CHELSEA 28 17 7 4 (48-16) 58
03. LIVERPOOL 28 16 10 2 (45-20) 58
04. ASTON VILLA 28 15 7 6 (42-29) 52
05. ARSENAL 28 13 10 5 (41-26) 49
06. EVERTON 28 12 8 7 (36-28) 45
07. WEST HAM 28 11 6 11 (34-34) 39
08. MAN. CITY 28 10 5 13 (45-36) 35
09. WIGAN 28 9 8 11 (27-27) 35
10. FULHAM 27 8 10 9 (24-23) 34
11. BOLTON 28 10 3 15 (30-40) 33
12. HULL 28 8 8 12 (34-50) 32
13. TOTTENHAM 27 8 7 12 (32-32) 31
14. SUNDERLAND 27 8 7 12 (27-35) 31
15. STOKE 28 7 8 13 (27-44) 29
16. NEWCASTLE 28 6 10 12 (34-45) 28
17. PORTSMOUTH 27 7 7 13 (29-44) 28
18. BLACKBURN 27 6 9 12 (30-43) 27
19. M'BROUGH 28 6 8 14 (20-40) 26
20. WEST BROM 28 6 4 18 (25-54) 22





Top Score EPL:
15 gol - Nicolas ANELKA (Chelsea)
12 gol - Cristiano RONALDO (Man. United, 2 penalti)
11 gol - ROBINHO (Man. City, 1p)
10 gol - Gabriel AGBONLAHOR (Aston Villa), Kevin DAVIES (Bolton), Frank LAMPARD (Chelsea, 1p), Amr ZAKI (Wigan, 4p)
9 gol - Robin VAN PERSIE (Arsenal, 1p), Steven GERRARD (Liverpool, 1p), Wayne ROONEY (Man. United), Djibril CISSE (Sunderland, 1p), Darren BENT (Tottenham, 1p), Jermain DEFOE (Tottenham [7 di Portsmouth], 2p), Carlton COLE (West Ham)
8 gol - Emmanuel ADEBAYOR (Arsenal, 1p), Fernando TORRES (Liverpool), Dimitar BERBATOV (Man. United), Michael OWEN (Newcastle, 1p), Peter CROUCH (Portsmouth)
7 gol - Benedict McCARTHY (Blackburn, 3p), Matthew TAYLOR (Bolton), Tim CAHILL (Everton), Dirk KUYT (Liverpool), Craig BELLAMY (Man. City [5 di West Ham]), Stephen IRELAND (Man. City), Kenwyne JONES (Sunderland)

Sabtu, 07 Maret 2009

Ramos: Madrid Masih Punya Harapan


Ramos: Madrid Masih Punya Harapan

Hasil imbang 1-1 dengan Atletico Madrid tidak dianggap Juande Ramos sebagai akhir dari harapan Real Madrid meraih gelar juara La Liga Spanyol.


Hasil imbang di kandang sendiri tentu membuat langkah Madrid makin berat buat menyaingi Barcelona yang di hari yang sama mengalahkan Athletic Bilbao.

Selisih Los Blancos dengan Barca kini menjadi enam poin, setelah sebelumnya hanya berjarak empat poin. Meski begitu, Ramos (foto) menolak untuk menyerah.

"Enam poin saya rasa masih dalam jangkauan kami. Kami masih bisa mengejar Barca, apalagi mereka masih harus bertandang ke Bernabeu," ucapnya melalui Marca.

"Masih ada dua belas gim tersisa. Segalanya masih bisa terjadi. Tentu akan lebih mudah kalau kami mengalahkan Atletico, sayangnya itu tidak terjadi meski kami bermain bagus dan punya beberapa peluang emas."

Ramos juga bangga dengan penampilan beberapa pemainnya yang konsisten dan makin matang. Ia menyebutkan nama Arjen Robben, Gonzalo Higuain dan Michel Salgado, yang dianggap tampil apik.

Ia pun tak mau berlama-lama menyesali hasil pertandingan tersebut. "Fokus kami sekarang adalah menghadapi Liverpool di Liga Champions. Ini bukan gim yang mudah, tapi kami yakin dapat meraih kemenangan dan membuat gembira suporter kami," tutupnya.

Madrid 1-1 Madrid


Atleti Hambat Madrid



El Derbi Madrileno berjalan menarik dan seimbang. Sergio Aguero menjadi pemain yang paling banyak memperoleh peluang, tapi gagal memberikan kemenangan bagi Atletico Madrid.


Tak dapat memainkan Pepe akibat hukuman akumulasi kartu, Juande Ramos menempatkan Sergio Ramos di sentral pertahanan dan Lassana Diarra sebagai bek kanan.

Formasi ini membuat kegagapan bagi Madrid karena Lass tidak mampu menunjang permainan Arjen Robben di sektor sayap kanan, sedangkan Sergio kerap meninggalkan celah di lini pertahanan.

Atletico Madrid mengandalkan kecepatan permainan, resep jitu yang mampu membuat Barcelona bertekuk lutut pekan lalu. Hasilnya, Atleti mampu unggul lebih dahulu melalui proses serangan balik kilat.

Melalui serangkaian umpan sederhana, Aguero menyodorkan bola kepada Diego Forlan yang berdiri bebas. Lini belakang tuan rumah hanya dikawal Lass dan Fernando Gago. Tanpa banyak kesulitan, striker Uruguay itu menaklukkan Iker Casillas.

Madrid meningkatkan permainan pada babak kedua. Serangan Los Merengues berbahaya setiap kali Robben mendapatkan bola, meski masih belum mampu menembus pertahanan lawan. Untuk membongkarnya, Ramos memasukkan dua pemain sekaligus, Gonzalo Higuain dan Michel Salgado.

Keputusan itu langsung terbukti dua menit kemudian. Higuain memberikan umpan pada saat Klaas-Jan Huntelaar menemukan ruang di pertahanan Atleti. Sekali kontrol, Huntelaar melepaskan tendangan keras yang menggetarkan gawang Leo Franco.

Pertandingan kian menarik. Tak salah karena penampilan kedua tim memang sedang menanjak. Madrid tetap mengandalkan aksi-aksi Robben, sedangkan Atleti bertumpu pada kecepatan dan kerja sama Aguero-Forlan.

Aguero memperoleh serangkaian peluang untuk mencetak gol kemenangan, tapi tidak seperti pekan lalu, tidak ada yang dapat dioptimalkannya menjadi gol. Setidaknya ada tiga kesempatan berhadapan dengan Casillas, semuanya gagal. Peluang terakhir didapat Kun pada pengujung pertandingan

Berkat hasil ini, rekor 10 kemenangan beruntun Madrid pun terhenti. Rentang poin antara Madrid dengan pimpinan klasemen Primera Liga Spanyol, Barcelona, kembali melebar jadi enam poin.

Kini, dua tim asal Madrid itu mesti berkonsentrasi menghadapi partai tandang Liga Champions pertengahan pekan depan.

Susunan pemain:
Madrid Casillas; Cannavaro, Ramos, Lass, Heinze / Salgado (55'); Gago, Guti / Higuain (55'), Marcelo, Robben; Raul / Van der Vaart (84'), Huntelaar.
Atletico Leo Franco; Ujfalusi, Ibanez, Heitinga / Perea (80'), Lopez; Assuncao, Camacho / Maniche (69'), Simao, Maxi / Sinama-Pongolle (61'); Forlan, Aguero.

Seria A Giornata 27

(07/03)
AS Roma(M. Vucinic'61) 1-1 Udinese(D. Filipe'55)

(08/03)
Genoa 0-2 Inter(Z. Ibrahimovic'2, M. Baloteli'61)
Torino 0-1 Juventus(G. Chellini'81)
Chievo(S. Bentivoglio'29) 1-1 Cagliari(A.S. Makinwa'55)
Fiorentina 0-2 Palermo(F.H. Simplicio'48,F. Miccoli '56)
Milan(F. Inzaghi'7,'71,&,74) 3-0 Atalanta
Catania 0-3 Siena(M. Maccarone'9,A. Ghezzal'70,'L. Jarolim'90)
Napoli 0-2 Lazio(T. Rocchi'67,&'75)
Bologna(D. Vaio'45,'87,&'90) 3-0 Sampdoria
Lecce 0-0 Reggina

La Liga Jornada 26

(07/03)
Real Madrid(J. Huntelar'57) 1-1 Atletico Madrid(D. Forlan'38)
Barcelona(B. Burgos'17, L. Messi'31) 2-0 Atlethic Bilbao
Villarreal(F. Fuentes'20) 1-0 Espanyol

(08/03)
Deportivo(J. Rodriguez'24,I.S. Riki'51&'59, A. Lafita'58, J. Verdu'67) 5-3 Santander (J. Perreira'1,&'34, J. Berrocal'79)
Mallorca(G. Castro'72,&'82,P. Webo'75) 3-3 Real Betis(M.D. Gonzalez'29, M. Aurrelio'31, A. Arzu'69)
Recreativo(Adrian'25, J. Camunas'87) 2-3 Valladolid(J.Gonzalez'10, H. Goitom'20,&'65)
Osasuna(J. Nekounam'29) 1-2 Sporting Gijon(D. Barral'8, D. Castro'19)
Numancia(C.R. Aranda'42, J.J. Barkero'52) 2-1 Valencia(Vicente'10)
Sevilla(F. Kanoute'5, Renato'62) 2-1 Almeria(A. Negredo'70)
Getafe(C. Contra'74) 1-2 Málaga(Eliseu'30, N. Baha'45)

Kamis, 05 Maret 2009

Hadapi Atletico, Sergio Ramos Isi Posisi Pepe


Hadapi Atletico, Sergio Ramos Isi Posisi Pepe

Menjelang pertandingan melawan Atletico Madrid akhir pekan ini, Real Madrid mencoba mengatasi celah di lini belakang karena Pepe menderita hukuman akumulasi kartu.


Real Madrid harus kehilangan jasa bek tengah Pepe pada pertandingan El Derbi Mardileno menghadapi Atletico Madrid, akhir pekan ini.

Bek asal Portugal itu mencapai batasan kartu kuning pada pertandingan melawan Espanyol pekan lalu sehingga menderita sanksi larangan bertanding. Pelatih Juande Ramos harus memutar otak untuk mengisi kekosongan tersebut.

Marca melaporkan, Juande akan menempatkan Sergio Ramos (foto) di sentral pertahanan. Posisi Ramos di bek kanan akan ditempati Michel Salgado, sedangkan Gabriel Heinze turun sebagai bek kiri.

Pelatih Los Merengues itu mencoba melakukan beberapa kombinasi saat latihan, tapi memilih Sergio untuk mendampingi Fabio Cannavaro. Kecepatan Sergio diharapkan mampu membendung agresivitas Sergio Aguero.

Juande juga akan mempertahankan Heinze sebagai bek kiri, meski bek Argentina itu tampil tidak konsisten. Marcelo akan didorong ke lini tengah, namun sepertinya pemain Brasil ini akan dicadangkan pada pertandingan nanti.

Bagi Salgado, pertandingan esok akan menjadi penampilan pertamanya musim ini setelah kali terakhir tampil berseragam Madrid saat memukul Valencia 1-0 sebelum penutup tahun 2008 lalu.

Cannavaro Masih Pertimbangkan Napoli


Cannavaro Masih Pertimbangkan Napoli



Fabio Cannavaro masih membuka kemungkinan dirinya untuk kembali ke Napoli.

Mengingat kontraknya dengan Real Madrid belum diperpanjang, Fabio Cannavaro masih mempertimbangkan kemungkinan bagi dirinya untuk kembali ke klub lamanya Napoli.

Walau demikian, seperti dikutip dari Il Mattino, Cannavaro masih belum mau untuk memberi komitmen pasti.

"Saya tidak mau hal ini menjadi opera sabun. Saya tidak mau terjadi kesalahpahaman karena saya menghargai semua yang telah dikerjakan para direktur, pemain, dan pelatih."

"Napoli telah memulai suatu perjalanan, namun siapa yang tahu bila ada kesempatan bagi saya untuk bergabung sekarang atau satu tahun lagi? Saya akan menyambutnya."

"Tim sekarang telah baik dan banyak terdiri dari pemain muda yang harus menjadi lebih baik lagi dengan bantuan dari klub dan para suporter."

"Tetapi bila mereka ingin sukses dan lolos ke Liga Champions secara cepat, mereka harus mengubah metode mereka. Saat ini, mereka hanya mencoba membuat pemain mereka seperti [Ezequiel] Lavezzi berkembang."

Rabu, 04 Maret 2009

Boluda: Cukup Kalahkan Barça 1-0


Boluda: Cukup Kalahkan Barça 1-0


Presiden sementara Real Madrid punya harapan tertentu seiring memanasnya persaingan
Duel kedua El Clasico antara Real Madrid dengan Barcelona baru akan berlangsung dua bulan lagi, yaitu 3 Mei mendatang, tapi presiden sementara Madrid, Vicente Boluda (foto), tak sabar menunggu jalannya pertandingan.

Selisih kedua klub kian menipis dalam tiga pekan terakhir. Kini, Madrid hanya tertinggal empat poin dengan Barça di puncak klasemen Primera Liga Spanyol. Tak ada alasan bagi Boluda untuk tidak menanti pertemuan keduanya yang bisa jadi menjadi pertarungan penentuan gelar juara.

"Setelah kehilangan delapan poin dalam tiga partai, tentu membuat Barcelona tidak merasa nyaman," ujarnya dalam wawancara dengan Punto Radio.

"Tapi aku harap kami bisa mencuri poin dari mereka, karena aku yakin kami akan mengalahkan mereka di El Clasico. Aku sudah cukup senang dengan kemenangan 1-0."

Meski merasa optimistis, Boluda mewanti-wanti agar Madrid dan fans tidak merasa senang dulu.

"Aku khawatir karena ada euforia yang berlebihan saat ini. Kami harus tetap membumi karena segalanya akan berjalan sulit. Mereka [para pemain] harus sadar kepada tekanan yang akan dihadapi dan apa yang diharapkan dari mereka saat ini."

"Barcelona masih favorit, tapi aku yakin kami akan juara."

Terakhir, menghadapi laga kedua Liga Champions melawan Liverpool di Anfield, Boluda -- yang sesumbar membukukan kemenangan aggregate 5-1 sebelum laga pertama -- lebih bersikap waspada.

"Aku hanya berharap mereka bermain sedikit terbuka dan kami bisa mencetak lebih dari satu gol," pungkasnya.

Minggu, 01 Maret 2009

Guti Siap Tinggalkan Madrid


Guti Siap Tinggalkan Madrid

Gelandang Real Madrid Guti Hernandez menyatakan akan hengkang ke klub lain dalam dua musim ke depan.

Kalau Raul sudah mengumumkan akan segera pensiun dua tahun lagi, hal yang hampir sama juga akan dijalani Guti (foto), yang juga sudah membuat rencana tersendiri.

Salah satu pemain favorit publik Santiago Bernabeu itu menyatakan akan pindah dari Madrid di tahun 2011, atau di akhir musim 2010/11, tapi bukan untuk pensiun bermain, melainkan untuk pindah ke luar Eropa.

"Saya sudah mengalami saat-saat yang menyenangkan selama bertahun-tahun, dan kuharap di beberapa tahun mendatang ini akan tetap mengalami hal yang sama sampai tahun 2011 mendatang," tuturnya melalui La Sexta.

"Setelah pindah dari Madrid, saya mungkin akan bermain di Amerika Serikat, Qatar atau Dubai. Saya ingin menghabiskan sisa karir saya di sana dan lalu menjadi pelatih."

Guti yang baru sembuh dari cedera cukup berperan dalam kemenangan yang diraih Los Blancos di La Liga Spanyol. Pemain berusia 32 tahun ini masih yakin klubnya bisa mengejar Barca.

"Sementara ini Barca hanya unggul empat poin, meski mereka bisa saja memangkasnya saat bertanding di hari ini. Tapi yang jelas mereka harus selalu bermain maksimal di tiap pertandingan, karena kami akan selalu membayangi mereka," ujarnya setelah Madrid memenangkan pertandingan atas Espanyol.

Madrid Tetap Bayangi Barca


Madrid Tetap Bayangi Barca

Real Madrid tetap mempertahanka posisinya di urutan kedua La Liga Spanyol setelah
Pekan lalu, Madrid memang harus berterimakasih pada Espanyol yang berhasil mengalahkan tim sekotanya, Barcelona. Kemenangan itu membuat selisih poin antara Madrid dengan Barca mulai menipis.

Tapi di pekan ini, Madrid harus mengalahkan Espanyol agar semakin mantap membayangi Barca. Tentunya tidak mudah bagi Los Blancos yang baru saja mengalami kekalahan dari Liverpool di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Awalnya mereka memang sempat kesulitan menembus barisan pertahanan tim tuan rumah yang cukup kokoh, terutama di babak pertama.

Di babak kedua, barulah Madrid mampu meemcah kebuntuan. Guti membuka gol di menit ke-67. Pemain yang baru masuk di babak kedua berhasil mencetak gol melalui tendangan bebas yang apik.

Raul memperbesar keunggulan tim tamu setelah membuat gol di menit ke-72 , dengan memanfaatkan umpan dari Marcelo.

Sedangkan Espanyol yang beberapa kali mengancam lewat Raul Tamudo dan Lusi Garcia gagal mencetak gol sampai akhir pertandingan.

Hasil ini untuk sementara membuat Madrid hanya tertinggal empat poin dari Barca. Los Meregues sudah mengkoleksi 56 poin, unggul sembilan poin dari Sevilla yang berada di urutan ketiga. Sementara Espanyol terpuruk di peringkat 19.

Susunan pemain
Espanyol: Kameni; Pareja, Jargue, D. Garcia, Sanchez, Roman/Coro (73), Hurtado/Lola (83), I. Alonso/Tamudo (63), De la Pena, Anderson, L. Garcia

Madrid: Casillas; Cannavaro, Pepe, Heinze, S. Ramos, L. Diarra, Sneijder/Marcelo (59), Huntelaar, Raul, Robben/Saviola (75), Higuain/Guti (59)

Hasil La Liga

(28/02)
Athletic Bilbao(Gabilondo'26) 1 - 2 Sevilla(Kanoute'40&'58)
Espanyol 0 - 2 Real Madrid(Guti'70, Raul'72)

(01/03)
Almeria(A. Negredo'18&85) 2-1 Getafe(J.D.G. Mendez'8)
Malaga 0-2 Recreativo Huelva(Camucas'55, Adrian'65)
Numancia 0-1 Deportivo La Coruna9(J. Rodriguez'64)
Racing Santander(Serrano'14) 1-1 Osasuna(W. Pandiani'45)
Sporting Gijon 0-1 Mallorca(J. F. Arrango'49)
Atletico Madrid(D. Forlan'32&80, S. Agguero'56&89) 4-3 Barcelona(Henry'19&72, Messi'31)
Valencia(C. Marchena'74) 1-2 Valladolid(J.S. Gonzalez'6, o.g'31)
Real Betis(S. Garcia'42,R. Olivera'57) 2-2 Villarreal(S. Carzola'6&'37)